Sabtu, 23 Oktober 2010
tentang dia
Disudut kelas 3IPS2,dua tahun lalu, “Lukamu banyak sekali, mending kalo menang!”seruku waktu itu sambil terus membersihkan luka di telapak tangan Arga yang tersayat sayat. Kalimat itu memang terdengar seperti mengejek, namun bagiku itu hanyalah cara untuk mengendalikan emosiku yg sebenarnya..melihatnya terluka membuatku… “Yang penting aku sudah berusaha!”jawabnya “Aku yakin kamu pasti nyesal ikutan lomba tarik tambang sampai tanganmu hancur gini,sakit?”aku mulai sedikit menggodanya “Cerewet!”jawabArga ,ia lalu beranjak pergi begitu saja setelah selesai kubalut lukanya.Itulah Arga,dingin dan cuek.Tapi aku menyukainya.Lebih dari yang mereka anggap,sebagai satu satunya cewek yang mau dan bisa dekat dengannya,Caranya memandangku kuanggap sebagai bentuk kepedulianya,aku pernah terbuai karenanya,aku merasa jatuh cinta diantara sikapnya yang menyebalkannya itu.Setiap ucapannya selalu mengajakku berpikir dewasa,di situ aku menemukan sisi lain dari Arga. “Ini dia pasangan kita tahun ini!”teriak Rizal diikuti sorakan yang lainnya setelah Arga resmi menjadi ketua kelas dan aku wakilnya,awal dimana aku harus mengenal seorang Arga Dan semua berlalu begitu dengan cepat.Aku tak pernah melihatnya lagi setelah malam pelepasan itu.Yang kutahu cuma dimana dia berkuliah sekarang,tapi aku nggak pernah tahu kabarnya disana.Arga seakan menghilang satu setengah tahun ini.Namun bayangannya masih tersimpan utuh di setiap mimpi mimpiku. ***** Akhirnya do’aku terkabulkan untuk bertemu Arga.Secara tidak sengaja aku berkenalan dan berteman dengan salah satu teman sekelas Arga beberapa bulan lalu.Dan dia berbaik hati mengundangku ke acara malam tahun baruan bersama beberapa temannya termasuk Arga ,di rumahnya. Sayang berita itu tak sepenuhnya menggembirakan.Vina sempat bilang “Maksudmu Arganya Sila itu kan?”.Ada perasaan kecewa diantara kegembiraanku.Apa maksudnya dengan Arganya Sila? sejak kapankah sebutan itu ada?tanyaku sendiri dalam hati. Cemburu… ***** Malam ini aku benar benar bertemu dengan Arga.Tak terkatakan betapa senangnya aku.Kalau aku dapat memeluknya,mungkin akan lama untuk kulepasakan.Tapi tak mungkin kulakukan itu,aku hanya cukup menyapa dan menyalaminya saja. Dan sekali lagi kekecewaan ikut serta menghampiri.Arga datang bersama Sila,gadis manis yang pernah dibicarakan Vina beberapa hari yang lalu.Kami mengobrol bertiga;Aku, Arga dan Sila.Dibandingkan denganku, Sila jauh lebih ceriwis,ada saja yang dibicarakannya.Sesekali ia berlaku manja pada Arga, diluar dugaanku Arga tidak sedikitpun mengelak,padahal yang kutahu Arga tidak suka sikap manja sperti itu.Darahku mendidih melihat sikap gadis itu,apalagi Arga sering melemparkan senyumnya pada Sila.Arga menjadi orang yang murah senyum sekarang.Apa yang telah gadis itu lakukan pada Arga hingga menjadikan Arga seorang yang menyenangkan? “Sebentar ya!”Sila meninggalkan kami berdua akhirnya,sebelumnya dia sempat membisikkan sesuatu pada Arga,wajah nya terlihat lebih cantik dilihat dari samping.Kusadari Sila juga memiliki hidung yang mancung seperti Arga,sebenarnya mereka berdua juga memiliki mata yang indah.Arga pasti sangat menyukai Sila,mereka begitu serasi,diam diam aku merasakan ada sesuatu diantara mereka. “Oh ya aku belum bilang kekamu kalau sebenarnya aku sama dia itu…. “Aku sudah tahu!”potongku agak sinis, Arga memandangku heran,mungkin ia tidak suka dengan nada bicaraku,“Sila ya ,dia gadis yang cantik,baik lagi.Dia cocok jadi pacarmu!”aku berusaha membenahi perkataanku tadi tapi,kalimatku semakin aneh baginya “Hah!”Arga yang sempat binggung,kemudian tertawa kecil tepat ketika Sila kembali “Ada apa sih”tanya Sila “Maksudmu,kita ini ..” “Kita saudarakan “Sila menambahkan “Apa!”jantungku terasa behenti mendengarnya “Dia saudara kembarku,bukanya pacar”jelas Arga,Sila menatap Arga kemudian beralih padaku dengan senyum yang tidak ingin kumengerti.Kembar? “Kalian kembar?”unkapku masih tak percaya.Sila mengangguk pasti.“Masa kamu gak tahu sih?”“Maaf ya,Arga juga nggak pernah bilang kalo dia punya saudara kembar!”“Keterlaluan kamu,Ga!”seru Sila agak sewot.”Dia juga nggak pernah bilang ke kamu kalo…”Arga secepatnya menutup mulut Sila dengan telapak tangan kanannya hingga gadis itu tidak bisa melanjutkan kalimatnya.”jadi kamu nggak mau kalau aku yang ngomong ke dia?”Arga menatap Sila serius, seperti mengatakan sesuatu dan Sila memahaminya.Sila kembali beranjak “Aku mau gabung dengan mereka dulu!”serunya padaku.Tinggalah kami berdua lagi dengan keheningan sesaat“Kami memang sejak kecil sudah dipisahkan,maksudnya kami nggak tinggal serumah setelah ortu cerai ,dia tinggal sama nyokap sementara aku tinggal sama bokap dan mama Lisa,nyokap tiriku”jelas Arga.Aku tercengang mendengar cerita Arga.“Dira,kenapa?“Maaf ya,aku nggak pernah tahu itu!”“Nggak apa apa,memang sudah saatnya kamu harus tahu itu sebelum kamu tahu sesuatu yang tidak pernah kukatakan juga ke kamu!’ “Apa?”tanyaku pelan ”Aku sudah mengatakan banyak hal tentangmu pada Sila, dia ingin mengatakan terima kasih padamu karena waktu itu kamu mau menemaniku selama dia berada ditempat yang jauh dariku.”aku tak bisa banyak berharap lagi,Arga menganggapku sebagai pengganti Sila,Walau hanya itu aku tetap bahagiah telah menjadi bagian dari semua ini.Tiba tiba Arga menggenggan tanganku”Tentang dia,aku ingin mengungkapkan bahwa Sila tak pernah bisa disamakan dengan siapapun. “maksudmu?” “Tentang dia,aku merasakannya lebih dari itu!”“Sila?”“Gila kamu, tentu saja dia itu adalah kamu”“kamulah alasan itu!”.Sekiranya seperti itulah yang Sila katakan padaku.Aku tak pernah tahu apa yang dulu Arga pikirkan tentangku.Benarkah waktu itu Arga menyimpan perasaan yang sama padaku dan kini dia masih menganggapnya begitu.Dari jarak yang tidak begitu jauh,aku melihat Arga disitu,ia tersenyum padaku,penuh arti dan aku tak punya alasan untuk mengatakan hal itu adalah salah..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar